Liburan di Tengah Pandemi, Siapkan Dokumen Wajib

Aktivitas traveling menjadi sedikit terhalang akibat pandemi Covid-19. Banyak orang masih cemas untuk lagi berwisata. Bagi mereka yang masih cemas namun menginginkan berlibur, dengan travel semarang jakarta staycation ke tempat terdekat bisa menjadi pilihan.

Namun, ada terhitung yang udah berani berlibur ke luar tempat atau punyai urusan perlu di luar kota. Jika menginginkan lagi datang ke destinasi wisata di Indonesia, khususnya naik transportasi umum, anda mesti membawa beberapa dokumen atau berkas tambahan sebagai syarat bepergian.

Baik transportasi udara, darat, dan laut, sampai kini penumpang mesti menyertakan surat keterangan rapid test non-reaktif atau swab test PCR negatif. Masih ada beberapa dokumen lainnya yang mesti disiapkan sebelum berangkat liburan.

Berikut rangkum apa saja yang mesti anda persiapkan untuk berlibur di sedang pandemi Syarat naik pesawat waktu pandemi Selama pandemi, khususnya di jaman Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat di Jakarta, ada beberapa perihal yang mesti anda perhatikan jikalau bepergian memanfaatkan pesawat.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengimbau para calon penumpang yang dapat berangkat maupun tiba di Bandara Soekarno-Hatta supaya perhatikan lima perihal berikut ini:

Penumpang mesti bawa surat rapid test atau swab test PCR Penumpang pesawat rute domestik yang menginginkan terbang mesti membawa surat rapid test dengan hasil non -eaktif atau tes PCR dengan hasil negatif. Masing-masing surat berikut berlaku selama 14 hari terhadap waktu keberangkatan.

“Adapun, waktu ini tidak diperlukan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi penumpang pesawat yang berangkat atau tiba di Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma. Rute internasional, hubungi maskapai atau kedutaan negara Penumpang rute internasional diminta untuk menghubungi maskapai atau kedutaan negara target untuk kriteria perjalanan ke luar negeri.

Penumpang rute internasional tiba di Bandara Soekarno-Hatta Bagi penumpang rute internasional yang baru tiba di Bandara Soekarno-Hatta mesti membawa hasil tes PCR dari negara keberangkatan.

“Apabila tidak membawa, dapat dikerjakan PCR test waktu tiba dan traveler dapat dikarantina sampai hasil tes keluar,” kata Awaluddin. Isi aplikasi e-HAC Berikutnya, penumpang rute domestik dan internasional yang baru tiba di Bandara Soekarno-Hatta mesti isikan kartu kewaspadaan kesehatan atau health alert card (HAC) lewat aplikasi e-HAC atau formulir kertas. Wajib lewat enam rute pemeriksaan Semua penumpang diwajibkan lewat enam rute pemeriksaan yaitu pemeriksaan suhu tubuh memanfaatkan thermal scanner.

Kemudian, pemeriksaan surat hasil test Covid-19. Lalu security check point untuk pemeriksaan barang bawaan, meja check in untuk penerbitan boarding pass, dan pemeriksaan surat hasil tes Covid-19. Selanjutnya, penumpang lewat pemeriksaan boarding pass untuk naik pesawat.

Terakhir, ada pemeriksaan e-HAC atau HAC bagi penumpang yang baru mendarat. Penumpang terhitung mesti menaati protokol kesehatan, seperti mengenakan masker selama di bandara dan pesawat, membawa hand sanitizer, dan jaga jarak fisik. Syarat naik kereta api waktu pandemi Vice President Public Relations PT Kereta Api Indonesia (Persero) Joni Martinus mengatakan, syarat naik kereta api jarak jauh (KAJJ) adalah membawa surat keterangan bebas Covid-19 dari hasil PCR atau Rapid Test.

Namun, ada sejumlah perihal lainnya yang mesti diperhatikan untuk naik KAJJ di jaman pandemi berikut ini Berkas yang mesti dibawa Salah satu syarat utamanya yaitu membawa berkas cocok SE Gugus Tugas Covid-19 Nomor 9 Tahun 2020. “Bawa Surat Bebas Covid-19 dari hasil PCR atau Rapid Test yang berlaku 14 hari sejak diterbitkan, atau boleh surat keterangan sehat bebas influenza like ilness yang dikeluarkan dokter rumah sakit atau puskesmas,

Adapun, surat keterangan bebas tanda-tanda seperti influenza atau influenza-like illness yang dikeluarkan dokter rumah sakit atau puskesmas bertujuan bagi penumpang yang di daerahnya tidak terdapat fasilitas rapid test atau PCR. Wajib terapkan ketentuan umum penumpang Semua penumpang KAJJ mesti mematuhi ketentuan umum sebelum, selama, dan sehabis perjalanan KA.

Ketentuan kebanyakan yaitu Mengenakan masker, mematuhi batas antre di stasiun dan kereta untuk merawat jarak, teratur mencuci tangan, dan memanfaatkan jaket atau kaus berlengan panjang. Selain itu, penumpang terhitung mesti bersuhu tidak lebih dari 37,3 derajat celsius dikala di cek suhu tubuhnya oleh petugas.

Penumpang terhitung mesti didalam keadaan sehat waktu melakukan perjalanan dengan kereta api. Kondisi sehat yang dimaksud adalah tidak sedang flu, pilek, batuk, dan sesak napas. Penumpang mesti Mengenakan face shield Para penumpang kereta api jarak jauh terhitung mesti memanfaatkan alat pelindung diri tak sekedar masker, yaitu face shield selama perjalanan KA.

Untuk penumpang anak-anak berusia di bawah tiga tahun atau infant, mereka bisa Mengenakan face shield teristimewa atau yang udah dibawa dari rumah.

Tiket dijual menjadi H-7 keberangkatan Para penumpang bisa melakukan pemesanan tiket yang dijual H-7 keberangkatan.